Minggu, 01 Juli 2018

Resign Setelah Lebaran? Ini Alternatif Pekerjaan yang Bisa Segera Dilakukan


Zoupix - Banyak orang yang bilang kalau mengundurkan diri dari pekerjaan alias resign setelah Lebaran adalah keputusan yang tepat. Pertama, kita bisa mendapatkan THR. Kedua, kita bisa menghabiskan jatah cuti yang belum terpakai. Ketiga, banyak lowongan pekerjaan baru. 

Saya pribadi sudah memiliki rencana untuk resign sebelum memasuki bulan puasa kemarin karena satu dan lain hal. Namun sebelum mengambil keputusan, saya coba untuk konsultasi dulu dengan beberapa teman, dan akhirnya saya memutuskan untuk mengajukan resign beberapa hari setelah THR turun.  Kondisinya di sini saya belum mempunyai pekerjaan baru dan dalam proses interview dengan beberapa perusahaan. Well, meski lowongan kerja memang ada banyak, nyatanya gak semudah itu untuk dapet pekerjaan baru. 

Saat ini mungkin saya belum begitu khawatir dengan kondisi keuangan saya, mengingat gaji bulan lalu masih tersisa, dan uang THR belum saya sentuh sama sekali. Namun tentunya hal ini gak bikin saya lantas malas-malasan di rumah. Paling tidak saya harus bisa membiayai hidup saya, dan bayar semua cicilan, dari cicilan kartu kredit, cicilan tanpa kartu kredit, hahaha. Maka dari itu, selama sebulan belakangan, saya menjalani beberapa pekerjaan sampingan yang penghasilannya lumayan. Berhubung saya dulu kerja sebagai penulis di perusahaan digital, pekerjaan yang saya ambil sekarang gak jauh dari nulis. 

Kebanyakan pekerjaan ini saya cari di situs pekerja lepas. Pertama-tama saya mendaftar sebagai freelancer, membuat profil, dan memberi portofolio saya. Lalu saya mencari pekerjaan yang sesuai dengan skill saya. Kalau klien tertarik dengan profil dan portofolio saya, mereka akan menghubungi dan menegosiasi harga.  Selain dari situs pekerja lepas, saya juga mengandalkan blog saya yang trafficnya lumayan untuk jadi sumber penghasilan. Buat yang penasaran, kira-kira ini kerjaan saya selama jadi pengangguran. 

Menulis artikel lepas

Saat ini banyak sekali perusahaan rintisan alias startup yang membutuhkan konten berupa artikel untuk mengisi situs mereka. Berhubung dulu saya pernah bekerja sebagai penulis, jadi saya ambil kesempatan untuk bikin artikel buat mereka. Fee-nya tergantung dengan jumlah kata dalam artikel yang kita tulis. Untuk 300-500 karakter, fee-nya di kisaran Rp 100 ribu - Rp 150 ribu. Kalau lagi gak ada kerjaan lain, saya bisa ambil sampai 10 artikel dalam seminggu. Lumayan kan?

Menjadi blogger

Sejak mulai berkecimpung di dunia kreatif dan digital, saya belajar mengoptimasi blog saya. Dari yang awalnya cuma berisi sharing pengalaman dan curhatan, saya mulai menyusun konten yang unik dan konsisten, sehingga akhirnya blog saya ramai dikunjungi pengunjung. Berkat traffic tersebut, blog saya mulai menghasilkan uang dari slot iklan, kerja sama afiliasi, dan artikel sponsor. Untuk slot iklan, uang yang diterima bisa Rp 200 ribu - Rp 300 ribu per iklan per bulan,  sedangkan untuk artikel sponsor, bisa Rp 200 ribu - Rp 500 ribu per artikel. Bahkan sejak masih bekerja, pemasukan dari blog sudah menjadi penghasilan kedua saya.  

Menjadi editor & proofreader

Masih berkaitan dengan konten dan tulisan, saya juga sering ambil pekerjaan sebagai editor atau proofreader. Kerjanya ngapain? Beresin typo dan kalimat yang kata susunan katanya masih belum benar. Saya bertanggung jawab untuk melakukan pengeditan tata bahasa dan screening naskah atau tulisan dari awal hingga akhir agar nggak ada kesalahan sebelum diunggah atau naik cetak. Kerjaan yang satu ini memang terlihat lebih mudah dibandingkan yang lain, tapi karena butuh ketelitian tinggi, saya biasa ambil kerjaan sebagai editor atau proofreader kalau lagi gak ada kerjaan lain. Untuk komisi, tergantung banyak tulisan yang diedit, biasanya sih Rp 150 ribu - Rp 200 ribu untuk 600-700 kata.

Menjadi admin media sosial 

Awalnya saya cuma ngebantuin seorang teman mengelola media sosial online shop-nya yang cukup terkenal. Di situ saya bertanggung jawab untuk membuat social media plan seminggu sekali. Konten apapun yang mau diunggah di Instagram, mulai dari gambar dan copy di gambar tersebut, sampai campaign promo berhadiah, itu yang harus saya pikirin. Untuk kerjaan yang satu ini, saya diberi gaji bulanan, mengingat kerjaannya juga bukan berdasarkan project tapi kontinu. 

Nah, itu dia pekerjaan yang saya lakukan untuk mengisi waktu pengangguran saat ini. Penghasilannya lumayan cukup untuk menyambung hidup dan membayar semua cicilan, hahaha. Siapapun yang punya skill menulis, bisa banget lho untuk melakukan pekerjaan di atas. Bahkan semua kerjaan yang saya sebut juga bisa dijadiin kerja sampingan untuk kamu yang kerja kantoran. Selama punya gadget (boleh smartphone, laptop, tablet, apapun itu), dan sambungan internet, kita bisa mulai kapan aja. 

Kalau gak punya gadget gimana? Ya beli, gak harus yang mahal, banyak kok gadget dengan spesifikasi bagus harganya di kisaran Rp 2 jutaan. Kalau gak mau keluar duit jutaan dalam satu waktu sekaligus, coba pakai cicilan tanpa kartu kredit. Iya, tanpa kartu kredit. Jadi kita gak perlu nunggu berbulan-bulan untuk diterima pengajuannya. Jangan lupa pilih layanan pemberi kredit yang terpecaya, kayak https://www.kredivo.com/ misalnya. Buat yang belum tahu, Kredivo adalah pemberi fasilitas kredit yang bisa bikin kita semua bisa beli apapun dengan cicilan tanpa kartu kredit. Gak cuma gadget, tapi juga barang fashion, barang penunjang hobi, bahkan tiket pesawat. 

Bunganya? Tenang, bunga Kredivo cuma 2,95% per bulan, kalau saya bandingin sama pemberi kredit lain, bunga Kredivo lah yang paling rendah. Tenornya variatif, dari 3 bulan sampai 12 bulan. Proses pengajuannya juga serba online, gak ada yang namanya disamperin orang ke kantor, atau ditelfon-telfon buat verifikasi. Waktu saya ngajuin akun Kredivo saya, di hari itu juga pengajuannya di-approve. Cepat banget kan? Buat yang penasaran sama Kredivo, langsung aja ditengok langsung ke situs mereka, atau langsung coba aja cicilan tanpa kartu kredit di sana, biar penasarannya hilang. Hehehe. 


EmoticonEmoticon