Jumat, 22 Juni 2018

PT RAPP Mengembangkan Perajin Kain Tenun


Zoupix - APRIL Grup adalah salah satu produsen pulp dan kertas milik di Indonesia dan terkenal hampir di penjuru dunia. Kapasitas yang terpasang produksi pulp APRIL Paper sebesar 2,8 juta ton dan kertas 850.000 ton pertahun.  PT Riau Andalan Pulp and Paper ini atau yang lebih dikenal dengan RAPP adalah anak perusahaan dari APRIL grup, yang mana merupakan perusahaan yang memimpin pulp dan paper di Indonesia. RAPP sendiri merupakan suatu perusahaan terbesar di Asia Pasifik yang mana produknya terkenal dan diakui hampir di seluruh dunia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1993 di desa Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) tidak hanya meluncurkan Batik Andalan, kini mereka sudah mengembangkan para pengrajin penenun di Kabupaten Pelalawan. Mereka melakukan sebuah program bernama program Community Development (CD) yang mana menggulir kegiatan pengembangan para perajin kain tenun. Awalnya program ini dilaksanakan pada 2017 di Kabupaten Kepulauan Meranti yang merupakan mitra binaan PT RAPP. Program tersebut sukses dilakukan dan kini menarik hati masyarakat di kawasan lain di Riau dan sudah melebarkan kegiatan pengembangan perajin kain tenun tersebut ke Kabupaten Pelalawan.

Dari sana, APRIL Grup yang merupakan perusahaan yang memegang PT RAPP, mengontak Dewan Kerajinan Nasional Daerah Pelalawan (Dekranasda) dan mencari tahu keberadaan para perajin tenun yang ada. Alhasil mereka menemukannya dan mengajak sejumlah pihak yang berkecimbung di industri kerajinan kain tenun di Pelalawan dalam program pengembangan kemampuan perajin milik APRIL grup.

Di Pelalawan, mereka mulai menjalankan kegiatan pengembangan keterampilan perajin kain tenun dan dilaksanakan sejak awal tahun 2018. Ada dua orang yang diberi pelatihan khusus. Mereka adalah Rahmi dan Siti Mardiyah yang dijadikan pionir oleh APRIL grup. Dari dua orang itu, Siti sudah mempunyai dasar keterampilan menenun. Ia pernah mendapat pelatihan dari Dekranasda Pelalawan dan sekarang ia tinggal mengikuti pelatihan yang dijalankan oleh APRIL grup. Dan untuk Rahmi memulai dari nol. Ia dikirim untuk belajar dan mengikuti pelatihan di Pekanbaru. Pelatihan tersebut dilakukan selama dua hingga tiga minggu.

Setelahnya proses pendampingan selesai, mereka diajarkan melakukan proses pembuatan kain tenun yang tepat. Selain itu, APRIL grup membekali mereka dengan cara-cara pemasaran dan manajemen usaha yang baik. Hal ini sengaja dilakukan oleh APRIL grup agar para perajin itu mampu berkembang menjadi pengusaha yang mandiri. Diharapkan ke depan mereka bakal sanggup mengelola kerajinannya sendiri menjadi usaha kecil yang menghasilkan.

Akan tetapi, sebelum itu benar-benar mampu mandiri, APRIL grup memberikan dukungan terlebih dulu dengan mempekerjakan mereka di PT RAPP. Mereka membuat kain dan mendapat bayaran dari pekerjaannya. Ini penting supaya para perajin bisa mendapat penghasilan untuk mendukung ekonomi keluarga. Namun, pada saat yang bersamaan, mereka masih bisa belajar. Dan itulah proses dari APRIL Pulp dalam mengembangkan perajin kain tenun.


EmoticonEmoticon